Cuaca Arab Saudi Kian Terik, Jamaah Umrah Diingatkan Waspadai Panas Ekstrem!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Arab Saudi resmi memasuki Jamrat Al-Qaydh, yaitu periode yang dikenal sebagai fase paling panas selama musim panas. Periode ini dimulai pada 17 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus dengan suhu yang meningkat drastis di berbagai wilayah.

Cuaca ekstrem tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat dan jamaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi mengimbau agar aktivitas di luar ruangan dibatasi, terutama saat siang hingga sore hari ketika suhu berada pada titik tertinggi.

Berdasarkan laporan Saudi Press Agency (SPA), anggota Afaq Astronomy Society, Burjas Al-Falih, menjelaskan bahwa awal Jamrat Al-Qaydh bertepatan dengan dimulainya fase astronomi Al-Han’ah, yakni periode kedua rasi Gemini yang berlangsung selama 13 hari dan menjadi fase keempat musim panas secara astronomi.

Selama Jamrat Al-Qaydh, sebagian besar wilayah Arab Saudi mengalami suhu yang sangat tinggi disertai angin panas. Sementara di daerah pesisir, kelembapan udara yang meningkat membuat cuaca terasa lebih menyengat.

Periode ini juga dikenal dengan sebutan “Tabbakh Al-Tamr” atau “pemasak kurma” karena suhu panas yang tinggi mempercepat proses pematangan buah kurma hingga memasuki fase rutab, yaitu saat buah menjadi lebih lunak dan berair sebelum mengering.

Menghadapi kondisi tersebut, Burjas Al-Falih mengingatkan masyarakat untuk mengikuti panduan keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menyarankan agar masyarakat dan jamaah umrah menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terpanas, memperbanyak minum air, serta menjaga kondisi tubuh guna mencegah dehidrasi, kelelahan akibat panas, maupun heatstroke.

Imbauan ini diharapkan dapat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman selama berada di Arab Saudi pada musim panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait