
Musim umrah 1448 Hijriah diawali dengan peningkatan jumlah jamaah dari berbagai negara. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jamaah telah memasuki Kerajaan menggunakan visa umrah sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram, naik 22,5 persen dibandingkan periode yang

Pemerintah Arab Saudi menghadirkan layanan digital baru yang memungkinkan jamaah memantau kepadatan di area Mataf dan Masa’a secara real time. Layanan ini bertujuan membantu jamaah memilih jalur yang lebih lengang saat melaksanakan Tawaf dan Sa’i di Masjidil Haram. Dilansir dari

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk lebih cermat dalam mempersiapkan keberangkatan jemaah. Langkah ini dinilai penting guna mencegah kegagalan penerbitan visa yang dapat berdampak pada tertundanya keberangkatan. Wakil Ketua Umum HIMPUH Bidang Umrah,

Perhatian Arab Saudi terhadap Al-Qur’an telah dimulai sejak awal berdirinya kerajaan. Salah satu tonggak pentingnya adalah pencetakan mushaf Al-Qur’an pertama di Makkah pada 1950, yang kemudian menjadi bagian dari upaya penyebaran Al-Qur’an kepada jutaan umat Islam di berbagai negara. Dilansir

Menunaikan ibadah haji merupakan cita-cita banyak umat Islam. Demi mewujudkannya, seseorang rela menabung selama bertahun-tahun dan menunggu antrean keberangkatan. Namun, selain niat yang baik, Islam juga mengajarkan bahwa biaya yang digunakan untuk berhaji harus berasal dari sumber yang halal. Lalu,

Arab Saudi resmi memasuki Jamrat Al-Qaydh, yaitu periode yang dikenal sebagai fase paling panas selama musim panas. Periode ini dimulai pada 17 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus dengan suhu yang meningkat drastis di berbagai wilayah. Cuaca ekstrem