Terungkap, Ini Rahasia Lantai Masjid Nabawi Tetap Sejuk di Tengah Teriknya Cuaca Madinah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Masjid Nabawi di Madinah dikenal sebagai salah satu masjid paling nyaman bagi jemaah, meski berada di wilayah dengan suhu yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius saat musim panas. Salah satu hal yang kerap membuat jemaah takjub adalah lantai pelataran masjid yang tetap terasa sejuk meski terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Ternyata, kesejukan lantai Masjid Nabawi bukan berasal dari sistem pendingin bawah tanah, melainkan dari material khusus yang digunakan. Otoritas Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjelaskan bahwa area pelataran dan atap masjid menggunakan marmer putih jenis Thassos, batu alam berkualitas tinggi yang didatangkan dari Pulau Thassos, Yunani.

Marmer Thassos memiliki karakteristik unik berupa kemampuan memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Berkat sifat tersebut, permukaan lantai tetap nyaman diinjak meski cuaca di luar sangat terik. Warna putih cerah pada marmer juga membantu menjaga suhu di sekitar area masjid tetap lebih rendah dibandingkan material batu pada umumnya.

Selain memiliki daya refleksi yang tinggi, marmer ini mempunyai struktur kristal yang padat dan pori-pori alami yang mampu menyerap kelembapan pada malam hari. Ketika suhu meningkat pada siang hari, kelembapan tersebut dilepaskan secara perlahan sehingga memberikan efek sejuk secara alami. Inilah yang membuat jutaan jemaah dapat berjalan tanpa alas kaki di pelataran Masjid Nabawi dengan lebih nyaman.

Penggunaan marmer Thassos merupakan bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kenyamanan beribadah bagi para tamu Allah. Material ini telah digunakan di berbagai area strategis Masjid Nabawi dengan luas mencapai sekitar 117.000 meter persegi, menjadikannya salah satu elemen penting dalam desain arsitektur masjid yang memadukan keindahan dan fungsi.

Tak hanya mengandalkan material lantai, Masjid Nabawi juga dilengkapi berbagai teknologi pendukung, seperti payung-payung raksasa di pelataran yang terbuka pada siang hari untuk melindungi jemaah dari terik matahari. Kombinasi teknologi modern dan material alami tersebut menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk meski berada di tengah cuaca ekstrem khas Madinah.

Keunikan ini menjadi bukti bahwa setiap detail pembangunan Masjid Nabawi dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan jutaan jemaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Perpaduan antara inovasi arsitektur, teknologi, dan material berkualitas menjadikan masjid suci ini tetap nyaman digunakan sepanjang tahun, bahkan saat suhu udara mencapai puncaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait